Sejumlah isu nasional dan internasional menjadi sorotan pada 16 Desember 2025, mulai dari penyelidikan dugaan suap politik, evaluasi program bantuan sosial, hingga langkah diplomatik India di kawasan Asia Barat.
Kremlin menilai perubahan usulan perdamaian oleh Eropa dan Ukraina belum membawa kemajuan berarti bagi penyelesaian konflik dengan Rusia.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan pentingnya perdamaian yang adil bagi Ukraina dalam pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.
Usulan untuk mengubah mekanisme Pilkada menjadi pemilihan oleh DPRD menuai kritik tajam karena dikhawatirkan melemahkan legitimasi kepemimpinan daerah di mata publik.
PDI Perjuangan menolak wacana pemilihan kepala daerah tidak dilakukan secara langsung oleh rakyat, dan kembali menegaskan dukungan terhadap sistem pilkada langsung.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penerapan skema kerja Work From Anywhere (WFA) pada 29–31 Desember 2025 untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi saat libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Sejumlah anggota Kongres AS lintas partai mengajukan rancangan resolusi yang mengecam tindakan koersif China terhadap Jepang dan mendorong dukungan lebih kuat kepada Tokyo.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar pemimpin Venezuela Nicolás Maduro melepaskan kekuasaan, di tengah eskalasi tindakan tekanan terhadap Caracas.
Sidang parlemen Turki yang membahas anggaran negara untuk 2026 berubah kacau saat anggota legislatif dari partai penguasa dan oposisi saling dorong dan tinju di ruang sidang.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk tegas pembunuhan seorang pemimpin protes di Bangladesh dan mendesak semua pihak menahan diri agar situasi tidak semakin memanas menjelang pemilihan parlemen.