Ankara — Perdebatan anggaran nasional Turki untuk tahun 2026 memuncak dalam adegan kekerasan di ruang legislatif, ketika anggota parlemen dari partai yang berkuasa dan partai oposisi saling terlibat baku hantam di dalam gedung Dewan Nasional Besar Turki. Insiden ini terjadi di akhir sesi debat anggaran yang berlangsung panas pada malam 21 Desember 2025.
Keributan bermula ketika seorang anggota dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) melontarkan kritik tajam terhadap para anggota oposisi terkait program kerja dan hasil pemerintahan mereka selama masa terakhir. Kritik pedas itu memicu respon keras dari wakil utama oposisi, yang kemudian berujung pada dorongan fisik antara kedua pihak.
Ketegangan cepat menyebar ke anggota legislatif lainnya, dan dalam hitungan menit terjadi adu pukul dan dorongan di tengah sidang, memaksa Ketua Parlemen menangguhkan sesi untuk meredam situasi. Meski demikian, setelah jeda singkat dan upaya pemulihan ketertiban, parlemen akhirnya tetap melanjutkan proses pemungutan suara dan mengesahkan anggaran 2026 dengan mayoritas suara.
Kejadian ini menunjukkan betapa terpolarisasinya arena politik Turki saat ini, di mana debat kebijakan penting sekalipun dapat berubah menjadi konfrontasi fisik antara partai penguasa dan oposisi. Peristiwa semacam ini bukanlah hal baru di parlemen Turki, tetapi skala konfrontasi yang terjadi kali ini menjadi salah satu yang paling mencolok dalam beberapa waktu terakhir.
Insiden keributan fisik di dalam parlemen Turki mencerminkan ketegangan politik yang tajam di negeri itu, di mana perbedaan pandangan tentang arah kebijakan nasional dapat berubah menjadi konfrontasi langsung. Meskipun anggaran telah disahkan, peristiwa ini menunjukkan perlunya dialog politik yang lebih beradab dan mekanisme penyelesaian konflik yang memperkuat demokrasi daripada melemahkannya.
Comments
Leave a Reply