NEXUS/WORLD

Rusia Klaim Gunakan Rudal Hipersonik dan Balistik dalam Serangan ke Ukraina

Rusia mengklaim telah meluncurkan serangan besar ke sejumlah target di Ukraina menggunakan rudal hipersonik dan rudal balistik dalam operasi militer terbaru mereka. Serangan tersebut disebut menjadi salah satu aksi militer paling intens dalam beberapa bulan terakhir di tengah konflik yang masih terus berlangsung antara kedua negara.
Menurut laporan media pemerintah Rusia, serangan diarahkan ke fasilitas militer dan infrastruktur strategis Ukraina. Pemerintah Rusia menyatakan operasi itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menghancurkan kemampuan pertahanan dan logistik militer Ukraina.
Penggunaan rudal hipersonik kembali menjadi perhatian dunia karena teknologi tersebut dikenal memiliki kecepatan sangat tinggi dan sulit dicegat sistem pertahanan udara konvensional. Rusia sebelumnya beberapa kali mengklaim telah menggunakan senjata hipersonik dalam konflik Ukraina sebagai bentuk demonstrasi kekuatan militernya.
Di sisi lain, pihak Ukraina melaporkan adanya kerusakan di sejumlah wilayah akibat serangan udara yang terjadi pada malam hingga dini hari. Sistem pertahanan udara Ukraina disebut berupaya mencegat sebagian serangan, meski beberapa rudal dilaporkan berhasil mencapai target tertentu.
Konflik Rusia-Ukraina sendiri terus memicu kekhawatiran internasional karena meningkatnya intensitas serangan dan penggunaan persenjataan canggih. Negara-negara Barat, termasuk anggota NATO, masih terus memberikan dukungan militer dan bantuan pertahanan kepada Ukraina di tengah perang yang belum menunjukkan tanda berakhir.
Analis pertahanan menilai penggunaan rudal hipersonik memiliki dampak strategis besar karena dapat meningkatkan tekanan psikologis maupun militer terhadap lawan. Selain itu, perkembangan teknologi senjata modern dalam konflik Ukraina kini menjadi perhatian utama banyak negara di dunia.
Ketegangan geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina juga terus mempengaruhi stabilitas global, mulai dari keamanan kawasan Eropa, harga energi dunia, hingga kondisi ekonomi internasional. Hingga saat ini, upaya diplomasi untuk menghentikan perang masih menghadapi jalan buntu.

What's your reaction?

0
AWESOME!
AWESOME!
0
LOVED
LOVED
0
NICE
NICE
0
LOL
LOL
0
FUNNY
FUNNY
0
EW!
EW!
0
OMG!
OMG!
0
FAIL!
FAIL!

Comments

Leave a Reply