Nikola Tesla, ilmuwan visioner abad ke-19 dan awal abad ke-20, dikenal lewat penemuan-penemuan listriknya yang merevolusi cara dunia menghasilkan, mentransmisikan, dan memanfaatkan energi — dari arus bolak-balik hingga sistem radio nirkabel.
Lü Bu, seorang panglima perang legendaris dari era akhir Dinasti Han di Tiongkok, dikenal sebagai petarung ulung berkuda dan memanah, namun juga dikenal karena loyalitasnya yang labil dan pengkhianatan berulang yang akhirnya mengarah pada kejatuhannya.
Alexander yang Agung, penguasa Makedonia abad ke-4 SM, dikenal sebagai sosok penakluk legendaris yang membangun salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah dan menyebarkan budaya Yunani jauh melampaui Mediterania.
Qin Shi Huang, penguasa yang mempersatukan negara-negara Tiongkok kuno pada abad ke-3 SM, dikenang sebagai tokoh yang meletakkan fondasi negara besar pertama di Tiongkok dan meninggalkan warisan perubahan politik dan infrastruktur monumental.
Leonidas, penguasa Sparta pada abad ke-5 SM, diingat dalam sejarah sebagai pemimpin yang memilih tetap bertempur bersama pasukan kecilnya melawan invasi besar Persia di Thermopylae, mencerminkan semangat perjuangan melampaui batas.
Peneliti Nordik memunculkan tafsir baru mengenai Ragnarök, menyebut peristiwa yang selama ini dianggap kiamat dunia itu sebagai proses regenerasi alam semesta yang berulang, bukan kehancuran final.
Penelitian terbaru dari Universitas Kyoto mengungkap bahwa figur Oni dan Yokai—yang selama ini dianggap sekadar makhluk supernatural dalam cerita rakyat Jepang—memiliki akar historis yang lebih dalam, berasal dari realitas sosial dan politik era kuno.
Ukiran pada pilar batu berusia sekitar 12.000 tahun di Göbekli Tepe, selatan Turki, diyakini menunjukkan kalender matahari paling awal yang pernah ditemukan — merombak ulang pemahaman kita tentang kecanggihan astronomi masyarakat prasejarah.
Sejumlah peneliti dan penulis sejarah alternatif mengusulkan bahwa jauh sebelum kedatangan agama-agama besar ke Nusantara, telah ada peradaban purba bernama LeMuria — dengan sistem kepercayaan spiritual yang kemudian dikenal sebagai Kapitayan, mewujud sebagai jejak budaya dan rohani khas tanah Jawa.
Legenda Anunnaki, yang berasal dari peradaban kuno Sumeria di Mesopotamia, telah membangkitkan daya tarik luar biasa — dari mitologi klasik hingga teori konspirasi masa kini — namun bukti historis dan arkeologis menegaskan mereka tetap sebagai bagian dari warisan budaya religius, bukan alien.