NEXUS/WORLD

Trump Kembali Bersitegang dengan Jurnalis CNN Kaitlan Collins di Ruang Oval

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali terlibat ketegangan dengan jurnalis CNN, Kaitlan Collins, dalam sesi tanya jawab di Ruang Oval pada Rabu, 3 Juni 2026. Insiden itu terjadi saat Trump merespons pertanyaan mengenai dana “anti-weaponization” senilai sekitar 1,8 miliar dolar AS yang terkait dengan Departemen Kehakiman.

Ketegangan bermula ketika Trump ditanya oleh wartawan lain soal status dana tersebut. Dana itu disebut ditujukan untuk memberi kompensasi kepada pihak-pihak yang merasa menjadi korban penegakan hukum bermotif politik pada masa pemerintahan sebelumnya. Trump mengatakan dirinya mendukung program tersebut, tetapi menyebut pelaksanaannya terhambat oleh keputusan hakim federal.

Dalam jawabannya, Trump kembali membela para pendukungnya yang diproses hukum terkait kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS. Ia menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang hidup dan keluarganya hancur akibat proses hukum serta pemberitaan media.

Di tengah penjelasan itu, Trump tiba-tiba mengarahkan kritiknya kepada Kaitlan Collins yang berada di ruangan tersebut. Ia menyerang CNN sebagai organisasi yang menurutnya tidak adil terhadap dirinya dan para pendukungnya. Trump juga melontarkan komentar pribadi terhadap Collins, termasuk menyinggung ekspresi wajahnya yang disebut tidak pernah tersenyum.

Beberapa saat kemudian, Collins akhirnya mendapat kesempatan bertanya. Ia meminta klarifikasi apakah dana 1,8 miliar dolar AS itu benar-benar dibatalkan atau hanya ditunda. Trump tidak memberikan jawaban pasti dan mengatakan perlu menanyakan hal tersebut kepada pengacaranya.

Namun, alih-alih menjelaskan secara rinci, Trump kembali mengkritik media. Ia menuduh CNN, The New York Times, dan sejumlah media lain telah memperlakukan para pendukungnya secara tidak adil melalui pemberitaan mengenai peristiwa 6 Januari. Trump juga mengklaim banyak orang yang terlibat dalam kasus tersebut mengalami tekanan berat hingga bunuh diri.

Pernyataan itu menambah panjang daftar bentrokan terbuka antara Trump dan Collins. Jurnalis CNN tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran kritik Trump dalam berbagai kesempatan, terutama saat mengajukan pertanyaan kritis terkait isu-isu sensitif di Gedung Putih.

Sementara itu, isu dana “anti-weaponization” sendiri masih menjadi kontroversi di Washington. Para pendukung Trump menilai dana itu sebagai bentuk keadilan bagi orang-orang yang mereka sebut menjadi korban kriminalisasi politik. Sebaliknya, sejumlah pakar hukum dan pengkritik pemerintahan Trump menilai program tersebut berpotensi menjadi alat untuk memberi keuntungan kepada sekutu politik presiden.

Peristiwa di Ruang Oval itu kembali menyoroti hubungan tegang antara Trump dan media arus utama AS. Selama bertahun-tahun, Trump kerap menuduh media besar menyebarkan “berita palsu”, sementara organisasi pers menilai serangan personal terhadap jurnalis dapat mengganggu kebebasan pers dan iklim kerja wartawan di Gedung Putih.

What's your reaction?

0
AWESOME!
AWESOME!
0
LOVED
LOVED
0
NICE
NICE
0
LOL
LOL
0
FUNNY
FUNNY
0
EW!
EW!
0
OMG!
OMG!
0
FAIL!
FAIL!

Comments

Leave a Reply