Presiden Cyril Ramaphosa menutup KTT G20 di Johannesburg dengan mengetuk palu gavel, menandai secara resmi berakhirnya masa kepemimpinan Afrika Selatan atas G20 — meskipun Amerika Serikat, yang akan menjadi tuan rumah berikutnya, memilih untuk tidak hadir dalam upacara serah terima.
Kremlin menyambut hangat perubahan kebijakan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump yang menghentikan penyebutan Rusia sebagai “ancaman langsung,” menilai revisi ini sebagai langkah kunci untuk membuka dialog strategis baru antara Moskow dan Washington.
Donald Trump mengklaim militer Amerika Serikat mampu melumpuhkan Iran dalam waktu singkat, memicu kekhawatiran baru di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat semakin memanas setelah muncul wacana penggunaan senjata nuklir yang memicu kekhawatiran global. Situasi ini dinilai berpotensi mendorong eskalasi konflik ke level yang lebih berbahaya.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua pekan, membuka peluang meredanya ketegangan di Timur Tengah sekaligus memulihkan stabilitas jalur energi global.
Harga emas dunia mengalami kenaikan meski Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati gencatan senjata sementara. Kondisi ini menunjukkan pasar global masih diliputi kekhawatiran terhadap ketidakpastian geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, namun menegaskan operasi militer Israel di Lebanon tetap berlanjut. Keputusan ini menunjukkan konflik di kawasan belum sepenuhnya mereda meski ada upaya de-eskalasi.
Iran menyetujui pembukaan sementara Selat Hormuz selama dua pekan setelah Amerika Serikat menunda rencana serangan militernya. Langkah ini menjadi sinyal awal meredanya ketegangan sekaligus membuka kembali jalur vital distribusi energi global.
Donald Trump mengancam memblokade Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia hingga sekitar 8 persen. Kebijakan ini menambah tekanan pada pasar global di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah analis militer menilai Iran siap menargetkan kapal milik Amerika Serikat jika terjadi pelanggaran di kawasan tersebut. Situasi ini memperbesar risiko konfrontasi langsung di jalur vital energi dunia.