Setelah penutupan selama hampir dua tahun, perbatasan Rafah kembali dibuka, tetapi proses lintas batas yang ketat dan pengalaman interogasi panjang yang dialami warga Palestina menyebabkan munculnya kekhawatiran bahwa pembukaan tersebut masih jauh dari sepenuhnya bebas hambatan dan kemanusiaan.