Menjelang akhir 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan rangkaian kebijakan strategis yang mencakup reshuffle diplomat, proyeksi kekuatan militer baru, serta sorotan atas isu hukum dan domestik yang tajam.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengambil alih peran inti dalam menyelesaikan konflik global karena menurutnya Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak efektif dalam misi perdamaian.