NEXUS/WORLD

Trump Klaim Peran AS dalam Perdamaian Dunia Melebihi PBB, Kecam Kurangnya Aksi Perserikatan Bangsa-Bangsa

Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan kritik tajam terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyatakan bahwa negaranya kini berperan lebih efektif dalam menyelesaikan krisis konflik di berbagai belahan dunia. Pernyataan ini disampaikannya melalui media sosial Truth Social pada Minggu (28/12/2025), di mana ia menilai lembaga internasional tersebut gagal menunjukkan kontribusi signifikan dalam misi perdamaian global.

Trump menyebut bahwa AS telah menjadi semacam “penentu damai sejati” dan menyiratkan bahwa PBB kurang terlibat atau memberikan bantuan yang praktis dalam meredakan konflik internasional, termasuk dalam perang berkepanjangan seperti yang terjadi di Ukraina. Ia menekankan bahwa organisasi dunia itu harus mulai mengambil peran yang lebih aktif dan nyata dalam upaya menciptakan stabilitas global.

Sebagai contoh dari apa yang ia anggap sebagai keberhasilan diplomasi AS, Trump menyoroti pencapaian gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja, yang dimulai pada 27 Desember setelah periode ketegangan yang memanas antara kedua negara. Menurut Trump, keterlibatan Washington dalam proses dialog tersebut mencerminkan kemampuan AS dalam membantu pihak yang berseteru mencapai perdamaian — sesuatu yang katanya kurang ditunjukkan oleh PBB.

Pernyataan Trump datang di tengah dinamika geopolitik yang kompleks, di mana peran negara adidaya seperti AS sering dipandang kontras dengan mekanisme multilateralisme yang diwakili oleh organisasi internasional. Kritik terhadap PBB bukan hal baru dalam wacana politik Amerika; Trump selama ini kerap menyuarakan ketidakpuasan terhadap efektivitas lembaga dunia dalam menangani konflik besar, dan seruannya kali ini kembali memicu perdebatan tentang fungsi institusi global tersebut dalam tatanan dunia kontemporer.

Pernyataan Presiden Trump yang menempatkan Amerika Serikat sebagai aktor utama dalam penyelesaian konflik global menimbulkan pertanyaan penting tentang masa depan sistem diplomasi internasional dan relevansi lembaga multilater seperti PBB. Sementara beberapa pihak menyambut baik peran aktif AS dalam mediasi konflik, kritik terhadap PBB menunjukkan ketegangan antara pendekatan hegemonik dan pendekatan kolektif dalam menjaga perdamaian dunia. Tantangan besar ke depan adalah bagaimana kedua model ini dapat bersinergi untuk menciptakan stabilitas yang berkelanjutan di kancah global.

What's your reaction?

0
AWESOME!
AWESOME!
0
LOVED
LOVED
0
NICE
NICE
0
LOL
LOL
0
FUNNY
FUNNY
0
EW!
EW!
0
OMG!
OMG!
0
FAIL!
FAIL!

Comments

Leave a Reply