London — Sejumlah kelompok kemanusiaan, partai politik, dan pengamat internasional mengeluarkan peringatan keras terhadap proposal yang diajukan oleh Reform UK untuk membatasi pengeluaran bantuan luar negeri Inggris hingga £1 miliar per tahun — angka yang jauh di bawah komitmen saat ini dan diperkirakan hanya sekitar 0,03% dari produk domestik bruto negara tersebut. Kritikus menyebut langkah ini berpotensi merusak posisi Inggris di panggung global karena anggaran baru akan jauh lebih kecil dari kewajiban yang telah dijanjikan kepada berbagai organisasi internasional besar.
Bantuan kepada lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, aliansi vaksin Gavi, dan Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria selama ini memainkan peran penting dalam respons terhadap krisis kesehatan, kemiskinan dan bencana. Proposal untuk membatasi total bantuan menjadi £1 miliar tidak hanya mengancam kelangsungan kontribusi ini, tetapi juga berpotensi meninggalkan Inggris tanpa dukungan finansial untuk menghadapi bencana baru yang muncul.
Para pengkritik, termasuk pimpinan organisasi perkembangan internasional Bond, memperingatkan bahwa pembatasan tersebut akan “mengurangi secara drastis kemampuan pemerintah Inggris untuk berperan dalam upaya global melawan penyakit, kemiskinan dan ketidaksetaraan”. Anggaran yang diusulkan juga diwarnai kekhawatiran bahwa Inggris dapat kehilangan pengaruh diplomatiknya dalam forum multilateral dan posisi duduk di lembaga penting dunia.
Sementara Reform UK membela kebijakannya sebagai langkah yang bertanggung jawab secara fiskal dan menegaskan akan tetap mendukung bantuan kemanusiaan serta prioritas tertentu seperti Ukraina, para penentang menilai bahwa strategi tersebut berakar pada pendekatan sempit yang mengabaikan pentingnya peran Inggris dalam menjaga stabilitas dan kerja sama global.
Langkah ini datang di tengah tren pemangkasan anggaran bantuan luar negeri Inggris yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, termasuk pengurangan dukungan untuk program kesehatan global dan upaya pembangunan di negara berkembang, yang sebelumnya juga mendapat kritik dari berbagai pihak.
Debat tentang anggaran bantuan luar negeri Inggris mencerminkan pertaruhan antara prioritas internal dan peran internasional negara tersebut di tengah tantangan global yang terus berkembang. Meski argumen soal tanggung jawab fiskal mendapat dukungan dari sebagian kalangan, dampak jangka panjang terhadap pengaruh, reputasi, dan kapasitas Inggris untuk berkontribusi dalam isu kemanusiaan serta keamanan global menjadi isu serius yang perlu dipertimbangkan secara matang oleh pembuat kebijakan di Westminster.
Comments
Leave a Reply