NEXUS/WORLD

Kebijakan Diplomatik Baru AS: Puluhan Duta Besar Dipanggil Pulang, Banyak Kekosongan Global

Washington — Pemerintahan Presiden Donald Trump melakukan langkah dramatis dalam kebijakan luar negeri dengan memanggil pulang hampir 30 duta besar dan diplomat senior yang bertugas di luar negeri sebagai bagian dari upaya penataan kembali misi diplomatik Amerika. Arahan tersebut memberi tahu para utusan bahwa masa tugas mereka akan segera berakhir pada awal 2026, memicu kritik dari kalangan diplomat dan anggota parlemen yang khawatir tentang dampaknya terhadap pengaruh Amerika Serikat di luar negeri.

Para diplomat yang terdampak diinformasi bahwa mereka harus meninggalkan pos mereka dan kembali ke Washington, D.C., dengan penawaran penempatan baru di dalam negeri jika bersedia menerimanya. Sumber-sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa banyak dari mereka sebelumnya diangkat selama pemerintahan Joe Biden dan telah mengabdi selama bertahun-tahun, hingga mengalami perubahan kebijakan politik yang lebih keras terhadap karir diplomat profesional.

Para diplomat yang terdampak diinformasi bahwa mereka harus meninggalkan pos mereka dan kembali ke Washington, D.C., dengan penawaran penempatan baru di dalam negeri jika bersedia menerimanya. Sumber-sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa banyak dari mereka sebelumnya diangkat selama pemerintahan Joe Biden dan telah mengabdi selama bertahun-tahun, hingga mengalami perubahan kebijakan politik yang lebih keras terhadap karir diplomat profesional.

Pihak administrasi mempertahankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari prerogatif presiden dalam menyesuaikan personel luar negeri untuk mencerminkan agenda kebijakan luar negeri saat ini, terutama yang dijuluki sebagai prioritas “America First.” Bagi Trump, menempatkan perwakilan yang dianggap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dianggap penting untuk memperkuat posisi AS di arena global.

Namun, kritik terhadap kebijakan ini tumbuh pesat, bahkan dari beberapa senator Amerika Serikat yang menyatakan bahwa penarikan besar-besaran ini dapat melemahkan kapabilitas diplomatik AS dan menciptakan kekosongan di sejumlah pos penting. Serikat profesional diplomat juga menyuarakan kekhawatiran bahwa perubahan yang cepat ini akan merusak kontinuitas hubungan diplomatik dan moral di dalam layanan luar negeri.

Efek langkah tersebut menjadi lebih mencolok ketika dipadukan dengan fakta bahwa ratusan posisi duta besar masih kosong di berbagai negara sebelum penarikan baru ini dilakukan, menciptakan situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern diplomasi Amerika Serikat. Para pengamat menilai bahwa perpindahan besar-besaran dalam struktur diplomatik ini berisiko mengurangi kapasitas AS untuk memengaruhi kebijakan internasional di wilayah strategis, termasuk Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika Latin.

Penarikan besar-besaran duta besar dan diplomat AS oleh pemerintahan Trump menandai perubahan signifikan dalam arah kebijakan luar negeri Washington. Meski setiap presiden berhak menempatkan perwakilan yang mendukung agenda nasionalnya, langkah tersebut juga membawa risiko diplomatik yang nyata, terutama di tengah tantangan global yang kompleks. Kekosongan di banyak kedutaan dapat memengaruhi kemampuan AS dalam merespons krisis internasional dan memperkuat kerja sama dengan sekutu kunci, menimbulkan pertanyaan penting tentang keseimbangan antara loyalitas politik dan profesionalisme dalam layanan diplomatik.

What's your reaction?

0
AWESOME!
AWESOME!
0
LOVED
LOVED
0
NICE
NICE
0
LOL
LOL
0
FUNNY
FUNNY
0
EW!
EW!
0
OMG!
OMG!
0
FAIL!
FAIL!

Comments

Leave a Reply