Para pemimpin energi dari negara-negara anggota Uni Eropa secara resmi menyetujui undang-undang yang akan mengakhiri seluruh impor gas alam dari Rusia dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, mempertegas komitmen blok tersebut untuk mengurangi ketergantungan energi pada Moskow setelah invasi Rusia ke Ukraina hampir empat tahun lalu. Keputusan itu diambil dalam pertemuan di Brussels pada Senin (26 Januari 2026).
Peraturan baru ini mewajibkan penghentian impor gas alam cair (LNG) dari Rusia paling lambat pada akhir 2026, sementara pasokan melalui pipa dialihkan sepenuhnya paling lambat 30 September 2027. Terdapat opsi penundaan hingga 1 November 2027 untuk negara yang belum berhasil mengisi cadangan gas domestiknya dengan pasokan non-Rusia menjelang musim dingin.
Meski mayoritas negara anggota menyetujui langkah ini, beberapa negara seperti Hungaria dan Slovakia menolak dan memilih tidak ikut mendukung keputusan tersebut, sedangkan Bulgaria menyatakan abstain. Pemerintah Hungaria bahkan berencana menantang undang-undang ini di Pengadilan Hak Asasi Uni Eropa, mengklaim kebijakan itu tidak mempertimbangkan kepentingan negara yang sangat bergantung pada pasokan Rusia.
Larangan ini juga mencakup larangan penandatanganan kontrak baru dengan pemasok gas Rusia serta kewajiban untuk menyelesaikan dan menghentikan kontrak yang masih berjalan. Perusahaan yang melanggar aturan dapat dikenai sanksi finansial yang signifikan.
Langkah tersebut merupakan puncak dari strategi energi Uni Eropa yang dikenal dengan inisiatif REPowerEU, yang bertujuan mengurangi ketergantungan energi dari Rusia dan memperkuat ketahanan energi blok tersebut melalui diversifikasi sumber pasokan dan penggunaan energi terbarukan.
Comments
Leave a Reply