London — Prime Minister’s Questions (PMQs) pada 7 Januari 2026 menandai tantangan politik pertama bagi Perdana Menteri Keir Starmer di awal tahun setelah jeda akhir 2025. Dalam sesi tersebut, Starmer harus menjawab rangkaian pertanyaan dari anggota parlemen Partai Konservatif dan partai oposisi lain, khususnya mengenai rencana kebijakan militer dan isu domestik yang mendapat perhatian publik.
Salah satu sorotan utama adalah pernyataan bahwa setiap penempatan pasukan Inggris ke Ukraina, dalam konteks kesepakatan internasional untuk mendukung perdamaian, harus disetujui melalui pemungutan suara di Parlemen. Starmer menegaskan komitmen itu sambil menekankan kesiapan parlemen untuk terlibat dalam keputusan sebesar ini, meskipun detail rinci tentang jumlah atau peran militernya masih dalam pembahasan.
Deputi oposisi Kemi Badenoch memanfaatkan kesempatan ini untuk menekan Starmer atas kurangnya rincian dalam rencana militer tersebut, sambil mempertanyakan ketegasan pemerintah dalam menjelaskan kebijakan luar negeri yang kompleks. Bentrokan verbal juga terjadi saat Badenoch meminta klarifikasi terkait respons pemerintah terhadap konflik internasional yang melibatkan negara lain.
Selain itu, partai Reform UK yang dipimpin Nigel Farage mengkritik pemerintah atas isu domestik, termasuk penanganan imigrasi dan kebijakan sosial, serta menyerukan anggaran yang lebih ketat. Farage juga mengumumkan kandidat mereka untuk Wali Kota London 2028, menunjukkan ambisinya untuk memanfaatkan kekosongan politik yang terasa di tengah opini publik yang tidak selalu menguntungkan pemerintah.
Secara keseluruhan, suasana di House of Commons mencerminkan tekanan politik yang terus meningkat bagi pemerintahan Starmer, yang harus mengimbangi harapan publik dengan kebutuhan untuk membentuk kebijakan yang kuat dan transparan demi memenangkan kepercayaan.
Sesi PMQs pertama tahun ini memperlihatkan seberapa rapuh keseimbangan politik di Westminster bagi pemerintahan Starmer. Meski Starmer menegaskan keterlibatan parlemen dalam keputusan besar seperti penempatan pasukan, kritik tajam dari oposisi menunjukkan tantangan yang masih harus dihadapi pemerintah untuk menjelaskan visi strategisnya. Dengan sorotan publik yang terus meningkat terhadap isu luar negeri dan domestik, kemampuan Starmer untuk mempertahankan dukungan parlemen akan menjadi kunci stabilitas politik menjelang perdebatan lebih luas dan pemilu yang akan datang.
Comments
Leave a Reply