Diskusi tentang dominasi dolar Amerika Serikat sebagai mata uang cadangan dan transaksi internasional kini semakin nyata di panggung global. Para analis dan pembuat kebijakan mengamati bahwa kekuatan ekonomi negara-negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, plus sejumlah calon anggota) mulai menciptakan landasan bagi diversifikasi dalam sistem keuangan dunia, yang bisa mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah upaya BRICS untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan lintas negara serta inisiatif pembayaran alternatif yang tidak terlalu bergantung pada jaringan berbasis dolar seperti SWIFT. Perubahan ini juga semakin relevan karena beberapa bank sentral di berbagai negara memperluas cadangan mereka ke mata uang lain dan emas, sebagai respons terhadap risiko geopolitik dan dinamika ekonomi global yang berubah.
Menurut laporan yang ada, lebih dari 50 negara dan sejumlah institusi finansial besar sudah mulai mengurangi porsi dolar AS dalam cadangan devisa mereka, beralih ke yuan China, rupee India, rubel Rusia, serta mata uang lokal lainnya. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang stabilitas dan jangkauan dolar AS sebagai pusat keuangan dunia.
Upaya dedolarisasi ini didorong tidak hanya oleh kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh dinamika politik global. Sebagai contoh, langkah negara-negara berkembang untuk meminimalkan risiko kontrol keuangan oleh Amerika Serikat melalui sanksi dan tekanan geopolitik yang lain menjadi faktor penting dalam strategi perdagangan mereka. Kondisi ini mencerminkan bahwa pergeseran sistem moneter global bukan hanya soal efisiensi pasar, tetapi juga tentang kedaulatan ekonomi dan strategi politik luar negeri.
Meski demikian, pakar keuangan memperingatkan bahwa perubahan ini bukan sesuatu yang instan. Mata uang global yang dominan seperti dolar AS memerlukan waktu lama untuk digantikan karena jaringan infrastruktur keuangan dunia yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. Namun, langkah berkelanjutan yang diambil oleh BRICS dan mitra dagang mereka menunjukkan bahwa dunia bergerak menuju struktur keuangan yang lebih multipolar.
Comments
Leave a Reply