AS―Presiden Donald Trump mengumumkan inisiatif tersebut di Gedung Putih, didampingi Presiden FIFA Gianni Infantino dan pejabat tinggi pemerintah AS. Sistem FIFA PASS (Prioritized Appointment Scheduling System) memungkinkan pemegang tiket Piala Dunia mempercepat akses ke wawancara visa, meski tetap menjalani proses pemeriksaan latar yang sama dengan pemohon visa biasa.
Menurut Trump, kebijakan ini selaras dengan target ekonominya: turnamen diharapkan bisa menyumbang sekitar US$ 30 miliar bagi perekonomian AS dan membuka hingga 200.000 lapangan kerja.
Untuk menangani lonjakan permintaan visa, Sekretaris Negara Marco Rubio menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri menugaskan tambahan 400 petugas konsuler di berbagai negara yang volume pemohon visanya tinggi. Rubio menegaskan bahwa meski jadwal wawancara dipercepat, semua pemohon tetap akan melewati proses verifikasi keamanan yang menyeluruh:
“The only difference here is, we're moving them up in the queue.”
Sementara itu, Infantino menyebut bahwa jumlah penonton dari luar negeri bisa mencapai 5 hingga 10 juta orang dan lebih dari satu juta tiket telah dibeli oleh penggemar dari sekitar 212 negara.
Meski demikian, pejabat menekankan bahwa tiket Piala Dunia tidak menjamin izin masuk ke AS — pemegang tiket tetap harus memenuhi semua persyaratan visa standar.
• Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di Amerika Serikat, bersama tuan rumah lainnya, Kanada dan Meksiko.
• Sistem FIFA PASS diumumkan sebagai bagian dari persiapan besar-besaran AS menjelang turnamen, terutama untuk mengatur alur wisatawan internasional dan mencegah antrean visa yang panjang.
• Inisiatif ini juga mencerminkan strategi diplomasi publik AS: menarik turis olahraga sekaligus menjaga keamanan imigrasi.
• Penambahan petugas konsuler global merupakan langkah operasional kritis agar sistem prioritas dapat dioperasikan secara efektif.
Peluncuran FIFA PASS menandai respons proaktif Amerika Serikat terhadap tantangan imigrasi dan logistik besar menjelang Piala Dunia 2026. Dengan mempercepat appointment visa bagi pemegang tiket, sambil tetap mempertahankan verifikasi keamanan, AS berusaha menyeimbangkan pragmatisme ekonomi dan kewaspadaan imigrasi. Namun, keberhasilan sistem ini akan sangat tergantung pada implementasi di lapangan: apakah penambahan petugas konsuler cukup untuk menjawab lonjakan permintaan, dan apakah turis akan mampu melewati proses verifikasi tanpa hambatan berarti.
Comments
Leave a Reply