Teknologi Artificial Intelligence membantu para ilmuwan menemukan target obat kanker baru bernama IRS4 yang dinilai memiliki potensi besar untuk menghambat pertumbuhan tumor dengan risiko efek samping yang lebih rendah.
Metode baru terapi CAR-T Cell Therapy disebut berpotensi membuat sebagian pasien kanker tidak lagi membutuhkan kemoterapi, setelah penelitian terbaru menunjukkan hasil pengobatan yang lebih efektif dengan efek samping lebih rendah.
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence hingga tes darah modern membawa harapan baru dalam penelitian Alzheimer's Disease, dengan para ilmuwan mulai menemukan cara lebih cepat untuk mendeteksi dan memperlambat perkembangan penyakit tersebut.
US Food and Drug Administration mulai menerapkan sistem pemantauan uji klinis pasien secara real-time berbasis Artificial Intelligence untuk mempercepat pengembangan dan evaluasi obat baru.