Menjelang akhir 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan rangkaian kebijakan strategis yang mencakup reshuffle diplomat, proyeksi kekuatan militer baru, serta sorotan atas isu hukum dan domestik yang tajam.
Kandidat presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, mengkritik tindakan Israel terkait penahanan sejumlah warga sipil dan aktivis asing di tengah konflik Timur Tengah. Ia menilai langkah tersebut sudah melewati batas dan berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan internasional.
Senator Partai Republik John Cornyn tetap optimistis menghadapi persaingan politik di Texas meski Donald Trump memberikan dukungan kepada rivalnya, Ken Paxton. Pertarungan internal Partai Republik ini dinilai menjadi salah satu ujian terbesar pengaruh Trump dalam politik konservatif Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan baru terkait perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Negosiasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan Timur Tengah dan mengurangi tekanan terhadap pasar energi global.
Rusia mengklaim telah meluncurkan serangan besar ke Ukraina menggunakan rudal hipersonik dan rudal balistik dalam operasi militer terbaru. Serangan tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap eskalasi perang dan penggunaan senjata canggih di kawasan Eropa Timur.