REEL

Blokir Roblox atau Jaga Industri Kreatif? Dilema Perlindungan Anak di Era Digital

JAKARTA – Wacana pemblokiran gim Roblox di Indonesia kian memanas, memicu perdebatan sengit di antara berbagai pihak. Isu ini mencuat setelah sejumlah lembaga, seperti Komisi I DPR dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai potensi bahaya gim tersebut bagi anak-anak.

Kekhawatiran utama terfokus pada konten kekerasan dan fitur interaksi yang dinilai berisiko. Mereka berpendapat bahwa tanpa pengawasan ketat, gim ini bisa mengekspos anak-anak pada konten yang tidak pantas. Selain itu, screen time berlebihan juga menjadi sorotan, dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ikut mengingatkan bahaya adiksi gim pada kesehatan mental dan fisik anak.

Di sisi lain, wacana ini mendapat penolakan keras dari pihak lain. Komisi X DPR dan para pengembang gim lokal menyuarakan ketidaksetujuan, menilai bahwa pemblokiran bukanlah solusi yang tepat. Mereka khawatir langkah ini akan mematikan kreativitas dan potensi ekonomi di industri gim Indonesia. Sebagai alternatif, mereka mengusulkan adanya regulasi yang lebih jelas, edukasi digital bagi orang tua, dan peningkatan pengawasan.

Menanggapi isu ini, pihak Roblox sendiri tidak tinggal diam. Mereka telah mengambil langkah proaktif dengan membatasi konten tanpa rating untuk pengguna di bawah 13 tahun, sebagai upaya untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap keamanan anak-anak.

Perdebatan ini mencerminkan dilema besar: melindungi anak-anak dari konten negatif atau mendukung pertumbuhan industri kreatif digital? Solusi yang diambil ke depan akan menentukan arah kebijakan pemerintah terhadap gim di Indonesia, dan dampaknya akan terasa luas, baik bagi anak-anak, orang tua, maupun para pelaku industri.

What's your reaction?

0
AWESOME!
AWESOME!
0
LOVED
LOVED
0
NICE
NICE
0
LOL
LOL
0
FUNNY
FUNNY
0
EW!
EW!
0
OMG!
OMG!
0
FAIL!
FAIL!

Comments

Leave a Reply